Keliling Keraton Kasepuhan Bersama KAI dan Komunitas Hijaber

Liburan Cirebon : Cirebon saat ini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata baru, yang menjadi tujuan para wisatawan. Lengkapnya jalur transportasi menuju Cirebon dari beberapa kota-kota besar, membuat wisatwan yang akan liburan ke Cirebon merasa mudah untuk mengunjungi Kota Udang ini.



Seperti Komunitas Hijaber dari Bogor dan Jakarta, yang melakukan liburan ke Cirebon dengan difasilitasi oleh PT. KAI pada Selasa 29 Maret 2016. Anggota komunitas Hijaber yang berjumlah 40 orang tersebut, datang dengan menggunakan transportasi  Kereta Api  Cirebon Ekspress dengan keberangkatan pukul 06.00 dari Stasiun Gambir Jakarta. Saya diajak oleh PT KAI untuk merasakan ramainya berkeliling di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Rombongan tiba di Stasiun Besar Cirebon pada Pukul 09.05 dan langsung menuju Keraton Kasepuhn dengan menggunakan 20 delman yang sudah disediakan oleh PT KAI. Perjalanan dari Stasiun Cirebon menuju Keraton Kasepuhan yang memakan waktu sekitar 20 menit tersebut, menjadi sebuah pengalaman sendiri bagi para rombongan hijaber. Karena rombongan mereka menjadi perhatian warga Kota Cirebon yang sedang beraktifitas.

Penggunaan moda transportasi kereta api, dianggap menjadi solusi tepat untuk mengantisipasi kemcatena yang sering terjadi. para traveler dari Komunitas Hijaber, mengaku senang menggunakan kereta api, karena nyaman dan tempat waktu.

Saat tiba di Keraton Kasepuhan, rombongan hijaber terlebih dahulu dikumpulkan di  Siti Inggil, bangunan yang kono dibuat pada zaman Sunan Gunung Jati. Terdapat lima bangunan tanpa dinding di area siti inggil dengan nama-nama yang berbeda, yaitu  Mande Malang Semirang, Mande Pandawa Lima, Mande Semar Tinandu, Mande Pengiring dan Mande Karasemen, yang memiliki fungsi berbeda-beda. Mulai dari tempat pengawal sultan, hingga tempat dibunyikannya gong sekati yang hanya dibunyikan dua kali dalam setahun.

Perjalanan dilanjutkan ke Bangsal Jinem, yaitu tempat Sultan menerima tamu. Disana, wisatawan juga bisa melihat silsilah keturunan Keraton Kasepuhan yang dipasang cukup besar. Bangunan ini juga merupakan salah satu tempat favorit untuk pengambilan gambar.

Vice President Pasengger KAI Tri Noviatri mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengenalan terhadap pelayan PT. KAI. Acara yang dikemas dengan tema Travelling by Train ini, sudah digelar ketujuh kalinya ditempat yang berbeda. Komunitas yang diajakpun berbeda dalam setiap kegiatannya.


Rombongan juga diajak untuk melihat benda-benda peninggalan yang dimiliki oleh Keraton Kasepuhan yang ditempatkan pada bangunan Mueseum Benda Kuno. Menurut salah satu pemandu, dalam museum ini, selain disimpan sejumlah alat kesenian, juga terdapat peralatan perang dan pemberian dari berbagai kerajaan di dunia.


Perjalanan di Keraton Kasepuhan, ditutup dengan melihat langsung Singa Barong. Kereta Kencana yang digunakan oleh Sunan Gunung Jati ini cukup unik, karena bentuknya mewakili tiga binatang yang berbeda, yaitu gajah, naga dan buroq.  Namun ternyata, makna yang terkandung didalamnya cukup besar.

salah seorang pemandu menjelaskan, belalai gajah, merupakan tanda persahabatan dengan India yang berbudaya Hindu, kepala naga melambangkan persahabatan dengan Cina dengan kultur Buddha, dan badan buroq lengkap dengan sayapnya, melambangkan persahabatan dengan Mesir yang mayoritas beragama Islam.

Salah satu peserta Travelling by Train mengaku puas dengan kunjungannya di Keraton Kasepuhan. Apalagi, sebelum kembali ke Jakarta pada malam hari, mereka juga masih akan diajak ke tempat wisata lainnya di Cirebon. Yuk, liburan ke Cirebon.







Share on Google Plus

About Liburan Cirebon

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar