Sawat Penganten, Batik Cirebon Yang Pembuatannya Selama Setahun

Batik Sawat Penganten
Liburan Cirebon : Berkunjung ke Cirebon, sudah tentu bakal teringat tentang Batik Cirebon. Namun, tidak jarang wisatawan yang piknik ke Cirebon, hanya mengenal nama motif Mega Mendung, sedangkan motif lainnya, tidak cukup dikenal.

Batik Sawat Penganten
LiburanCirebon bersama tim dari #FestivalPesonaCirebon mendapatkan kesempatan berkunjung dan berbincang langsung dengan Hj Ninik, pemilik dari rumah produksi batik Ninik Ikhsan. Lokasinya berada paling ujung di Desa Trusmi Kulon Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon.

Di rumah batik milik Hj Ninik, diproduksi batik-batik cantik dan indah dengan harga yang cukup fantastis. Ada salah satu batik yang sangat cantik dan membuat tertarik untuk menanyakannya lebih jauh.

Dilihat dari motifnya, bisa terlihat jika pembuatannya sangat rumit, karena gambarnya sangat rinci dan banyak terdapat garis-garis kecil yang sepertinya, tidak sembarang orang yang bisa membuatnya. Selain terdapat ornament-ornamen kecil, terlihat dengan jelas juga dua sayap yang dipasang menjadi motif utamanya. Nama motif batik tersebut adalah Sawat Penganten. Penamaan tersebut dikarenakan awal dari dibuatnya motif Sawat Penganten, karena dibuat saat leluhur Ninik akan menikahkan anaknya.

Pembuatan Batik Sawat Penganten
Menurut Hj. Ninik, motif sawat penganten sudah cukup lama digunakan menjadi salah satu motif batik di Cirebon, bahkan dirinya masih menyimpan batik dengan motif Sawat Penganten yang umurnya sudah 200 tahun. Prediksi umur batik tersebut, berdasarkan penilitian yang dilakukan oleh salah satu ahli benang dari Inggris.

“Itu peninggalan mbah-mbah saya dulu. Hanya bisa dilihat, tapi jangan dibuka, karena sudah sangat rapuh. Untuk batik yang ini, saya tidak akan jual dengan harga berapapun,” ujar Ninik yang menjadi penerus kelima dalam usaha tersebut.

Harga Batik dengan Motif Sawat Penganten cukup fantastis, karena batik tersebut dijual dengan harga Rp 30 juta perpotongnya. Harga yang mahal tersebut, sebanding dengan kerumitan dan waktu pembuatannya. Karena untuk menghasilkan satu potong Batik Sawat Penganten, rumah produksi Ninik Ichsan, membutuhkan waktu hingga satu tahun.

Hj Ninik sedang mengawasi pembuatan Batik Sawat Penganten
“Batiknya itu bukan sebelah saja, tapi bolak-balik dibatik semua dan motifnya juga cukup rumit, jadi harus telaten” ujar Ninik.

Saat ini, Ninik hanya membuat Batik Sawat Penganten jika mendapatkan pesanan saja. Biasanya, batik tersebut dipesan untuk acara pernikahan. Pada kesempatan tersebut juga, Metrotvnews.com diberikan kesempatan untuk melihat langsung proses pembuatan Batik Sawat Penganten.
“Ini akan digunakan pada pernikahan awal 2017 nanti. Pemesanannya dilakukan 15 bulan sebelumnya,” kata Ninik.

Selain dari dalam negeri, konsumen yang menjadi pelanggan setianya juga terdapat di luar negeri. Salah satunya adalah butik di Kyoto Jepang. Setiap enam bulan sekali, butik tersebut memesan enam potong batik yang berharga Rp 25 juta.


Batik Sawat Penganten yang masih dalam proses pengerjaan
Share on Google Plus

About Liburan Cirebon

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar